Sodexo Indonesia

Get Gifs at CodemySpace.com

Pages

Selasa, 24 November 2015

Cerita di Balik Kelezatan Rujak Soto Banyuwangi




Cerita di Balik Kelezatan Rujak Soto Banyuwangi
Karya : Steva Tyahara Erinta

Alkisah, di sebuah desa kecil di ujung timur Pulau Jawa, hiduplah seorang wanita bernama Rujanah. Ia tinggal bersama Ibu dan adik perempuannya bernama Sarinah. Wanita satu adik tersebut dibesarkan di keluarga yang kaya raya, sehingga semua kebutuhan yang diinginkan terpenuhi. Rujanah selalu menghabiskan uangnya untuk membeli makanan, yang ada di benaknya selalu makanan, makanan dan makanan.  Setiap hari Rujanah makan hingga 6 kali dengan porsi 2 piring dalam sehari. Dia tidak pernah memperdulikan kandungan gizi pada makanan yang ia makan. Semua makanan yang ada di depannya pasti dilahap. Hingga akhirnya, berat badannya mencapai 123 kg.
Berbeda dengan Rujanah, Sarinah memiliki badan yang kurus karena tidak terlalu suka makan. Setiap saat Ibu dan Sarinah selalu mengingatkan Rujanah agar mengurangi pola makannya yang berlebihan. Akan tetapi, Rujanah seringkali menghiraukan nasehat Ibu dan adik perempuannya.
“Rujanah.. Kamu harus mengurangi pola makanmu yang berlebihan!” Ucap Ibunya kepada Rujanah.
“Iya kak, benar kata Ibu, kakak harus diet!” Sahut Sarinah dengan leluconnya.
 “Ah malas sekali.. Diet itu malah membuat sakit saja!” Rujanah menjawab dengan santai.
Suatu hari, Rujanah sedang berbelanja di pasar, ia akan membeli  kebutuhan sehari-hari. Pandangan semua orang langsung tertuju padanya, karena di tengah-tengah suasana pasar yang ramai, Rujanah justru membuat kegaduhan. Ia bersikap tidak sopan terhadap penjual, ingin segera dilayani dan tidak mau antre. Hal ini membuat pembeli dan penjual merasa kesal dengan sikap Rujanah. Akan tetapi, ia tidak menghiraukan hal itu dan tetap saja marah-marah. Suasana pasar pun menjadi sangat ramai akibat pertengkaran para pembeli dan penjual kepada Rujanah.
“Saya mau beli daging banyak, jadi ibu-ibu harus minggir dulu!” Kata Rujanah sambil mendorong ibu-ibu yang mengantre.
“Rujanah! Jangan seenaknya saja! Kamu harus mengantre meskipun beli daging banyak.” Jawab pembeli dengan kesal.
“Tidak bisa dong, saya beli daging banyak, jadi harus didahulukan pelayanannya!” Rujanah menjawab dengan nada kasar.
Sikap Rujanah yang keras kepala dan egois membuat suasana pasar semakin ramai dan panas. Satu per satu orang datang dan ingin melihat kegaduhan itu. Semua orang menjadi kesal dan memanggil Rujanah dengan sebutan “Si Gentong”. Setelah beberapa waktu lamanya, petugas keamanan pasar datang dan mendamaikan pertengkaran tersebut.
“Si Gentong! Pergi dari pasar ini! Kamu sudah membuat kegaduhan!” Teriak orang-orang sambil mengusir Rujanah.
“Aku ini tidak bersalah!” Rujanah membentak dan tidak mengakui kesalahannya.
“Sudah.. Ayo damai dan jangan bertengkar, mari semuanya bubar..” Ucap petugas keamanan sambil membubarkan kegaduhan.
Suasana pasar menjadi tenang setelah ada petugas keamanan yang membubarkan pertengakaran tersebut. Satu per satu orang meninggalkan tempat itu dan kembali melakukan aktivitas masing-masing. Dengan wajah kesal, Rujanah pulang tanpa membawa barang belanjaan.
Saat Rujanah tiba di rumah, ia langsung melampiaskan kemarahannya dengan memakan makanan yang ada di rumahnya. Semua makanan dilahapnya hingga tidak ada satupun yang tersisa. Kebiasaan buruk Rujanah tersebut selalu dilakukan setiap hari tanpa memperhatikan kondisi badannya. Padahal Ibu dan Sarinah tidak henti-hentinya menasehati Rujanah agar tidak makan terlalu banyak hingga menyebabkan badan menjadi gemuk.
Peristiwa pertengkaran di pasar itu membuat Rujanah dijuluki dengan sebutan “Si Gentong” oleh warga sekitar dan teman-temannya. Setiap saat Rujanah keluar rumah, ia selalu dipanggil Si Gentong. Rujanah sangat terpukul, karena setiap hari ia harus mendengar ejekan itu. Keluarga Rujanah selalu sabar dan menenangkan pikiran Rujanah. Ibu Rujanah menasehatinya agar ia dapat mengambil pelajaran dari kejadian ini dan merubah sifat buruk pada dirinya.
“Rujanah.. Anakku yang cantik, kamu harus merubah sifat burukmu itu menjadi pribadi yang baik nak.” Ucap sang Ibu dengan lemah lembut.
“Iya Bu, sikap Rujanah memang salah, sehingga banyak orang yang tidak suka dengan denganku.” Jawab Rujanah sambil menangis.
“Kamu juga harus merubah kebiasaan makan yang berlebihan, agar tubuhmu menjadi langsing seperti model.” Ibu Rujanah menjawab dengan halus.
“Iya Bu, Rujanah akan berusaha diet dan olahraga agar langsing seperti model.” Jawab Rujanah dengan semangat.
Setelah mendengarkan nasehat ibunya, Rujanah menjadi sadar tentang sifat dan kebiasaan buruknya selama ini. Setiap hari Rujanah berdoa agar ia berubah menjadi wanita yang baik dan memiliki tubuh yang langsing. 
Rujanah sangat semangat ingin berubah, hingga terbawa dalam mimpinya. Dalam mimpinya, ia akan bertubuh langsing jika memakan sayuran setiap hari, tidak makan secara berlebihan, dan berbuat baik kepada orang. Di saat ia sedang menikmati mimpinya yang indah, tiba-tiba Ibu Rujanah membangunkannya. Rujanah terbangun dengan wajah gembira dan langsung bercerita kepada Ibunya tentang mimpi yang dialaminya.
“Ibu.. Aku bermimpi, bahwa aku akan berubah menjadi langsing jika memakan sayuran setiap hari, tidak makan secara berlebihan, dan berbuat baik kepada orang.” Rujanah bercerita dengan wajah gembira.
“Iya nak, Kamu harus menjalankan perintah yang ada di mimpimu.” Jawab Ibunya sambil menyemangati anaknya.
“Siap Bu, Aku akan menjalankan perintah yang ada di mimpiku.” Rujanah menjawab dengan semangat.
Mendengar mimpi Rujanah yang menarik, maka Ibu Rujanah sangat mendukungnya agar ia melaksanakan semua perintah yang ada di dalam mimpinya. Semua perintah yang ada di mimpi Rujanah sangat bagus dan dapat merubah sikap buruknya menjadi baik. Dengan memakan sayuran dalam porsi secukupnya setiap hari membuat badan Rujanah tetap sehat dan tidak gemuk.
Rujanah akan menjalankan semua nasehat baik dan perintah dalam mimpinya. Waktu demi waktu dimanfaatkan Rujanah untuk merubah sifat buruknya yang egois dan keras kepala. Ia meminta maaf kepada orang-orang yang telah disakitinya dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan untuk kedua kalinya.
“Bapak-bapak, Ibu-ibu, dan teman-teman… Saya minta maaf atas sikap buruk saya selama ini yang telah menyakiti kalian semua. Saya berjanji akan berbuat baik kepada kalian semua.” Ucap Rujanah sambil berjabat tangan dengan orang-orang.
“Iya Rujanah, kami juga minta maaf karena selalu mengejekmu.” Orang-orang menjawab dengan senang hati.
Setiap hari Rujanah bersemangat mencari sayuran di ladangnya, ia hanya makan sayur dan tidak mau memakan daging, telur, makanan berlemak, dan makanan lain. Dengan semangatnya, berat badan Rujanah pun berkurang sedikit demi sedikit.
Suatu ketika, Rujanah mengolah sayuran sedemikian rupa, ia mengolah menjadi rujak sayur. Rujanah mengajak Ibu dan Sarinah untuk makan bersamanya.
“Sarinah.. Sarianah.. Ayo makan bersama dengan Ibu dan Kakak!” Rujanah memanggil Sarinah yang belum juga datang di meja makan.
Rujanah mencari adiknya sambil membawa piring berisi rujak sayur. Tiba-tiba Sarinah datang dengan membawa semangkuk soto dan berjalan tergesa-gesa. Sarinah sangat ceroboh, hingga menabrak kakaknya yang membawa sepiring rujak sayur. Semangkuk soto tersebut tumpah di piring rujak sayur yang dibawa kakaknya. Akhirnya, Rujak sayur Rujanah bercampur dengan soto. Ia bersedih karena tidak bisa memakan rujak sayurnya.
“Aduh Sarinah.. Rujak sayurnya bercampur soto, terus kakak makan apa?” Kata Rujanah dengan wajah bersedih.
“Maaf kak, aku tidak sengaja..” Dengan rasa menyesal Sarinah menjawabnya.
Mendengar keramaian, Ibunya datang untuk menghampiri dan menenangkan kedua anaknya. Ibunya mengambil Rujak sayur yang bercampur soto tersebut dan mencicipinya.
“Wah.. Enak sekali sekali campuran rujak sayur dengan soto ini” Kata Ibunya dengan wajah terkejut.
“Apa benar Bu?” Rujanah dan Sarinah menjawab secara bersama-sama dengan penasaran.
“Iya nak, ini lezat sekali.. Ini adalah makanan paling enak dari semua makanan yang pernah Ibu makan dan kalian harus mencobanya.” Ibunya meyakinkan kedua anaknya.
Rujanah dan Sarinah berebut mencicipi campuran rujak sayur dan soto tersebut. Betapa terkejutnya mereka merasakan kelezatan dari masakan itu. Kemudian mereka bersama-sama memakannya dengan gembira. Rujanah memberi nama makanan itu menjadi “Rujak Soto”. Keluarga Rujanah menceritakan kelezatan dari Rujak Soto ini kepada semua tetangga dan teman-temannya. Dari cerita keluarga Rujanah, orang-orang igin mencoba makanan tersebut.
Hari demi hari, makanan Rujak soto ini semakin menyebar di seluruh masyarakat ujung timur Pulau Jawa. Rujak Soto dijadikan sebagai makanan khas asli Banyuwangi. Kelezatan Rujak Soto, membuat masyarakat tertarik dan ingin mencobanya. Masyarakat dari luar kota Banyuwangi juga berbondong-bondong ke Banyuwangi hanya ingin mencicipi kelezatan Rujak Soto. Makanan ini pernah dijadikan agenda Banyuwangi Festival, yaitu dalam acara Festival Rujak Soto Banyuwangi 2014.

Sumber http://www.mediafire.com/view/pr72d41af46ual8/Cerita_di_Balik_Kelezatan_Rujak_Soto_Banyuwangi.pdf

0 komentar:

Posting Komentar